Tampilkan postingan dengan label Tips Umum. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Umum. Tampilkan semua postingan

4 Tips Menghemat Baterai Laptop di Windows 10 dengan Fitur Battery Saver

06.45 0

Sebagai pengguna yang peduli terhadap perangkatnya, kamu mungkin perlu mengatur bagaimana laptopmu mengelola sumber dayanya, baterai. Windows 10 memiliki fitur yang bisa menghemat baterai laptop. Meski sebenarnya fitur ini sudah ada sejak Windows 7, pengguna Windows 10 mendapatkan banyak peningkatan pada fitur ini.

Menyalakan battery saver (manual)

Battery saver akan menghemat penggunaan baterai dengan menonaktifkan sedikit fitur dan mematikan sejumlah aplikasi agar tidak berjalan di background dan membatasi notifikasi aplikasi. Ini akan membuat kinerja laptop, notebook, atau perangkat pribadi lainnya meningkat (pada apa yang sedang dikerjakan oleh pengguna), dan menghemat penggunaan baterai.

Untuk pengguna yang lebih suka cara manual ini, bisa menyalakan battery saver dengan membuka Action Center. Tinggal klik tombolnya di sudut layar, atau tekan Logo Windows + A pada keyboard. Kemudian klik tombol “Battery saver” untuk mengaktifkannya di Action Center.

Kamu juga bisa mengaturnya agar battery saver menyala secara otomatis.

Menyalakan battery saver secara otomatis

Ketika pengguna melepas charge-nya, Windows 10 akan mengaktifkan battery saver secara otomatis pada saat sisa baterainya 20%. Namun, rasanya sia-sia jika baterry saver menyala dengan sisa yang terlalu sedikit. Untuk lebih menghemat baterai, kamu mungkin perlu menaikkan 20% itu. Sehingga battery saver akan menyala secara otomatis pada sisa baterai masih lebih banyak.

Untuk mengubah ini, buka Settings > System > Battery saver.

Di bawah, pilih Battery saver settings.

Pada “Turn on battery saver automatically if my battery falls below:”, ganti 20% itu menjadi sisa baterai yang lebih banyak. Saya sendiri mengaturnya menjadi 100%, sehingga Windows 10 akan mengaktifkan battery saver tepat saat charge laptop dilepas.

Notifikasi dan Aplikasi yang Bekerja di Background

Jika battery saver menyala, notifikasi dari berbagai aplikasi akan dibatasi. Secara default, ketika battery saver menyala, tidak ada aplikasi yang dibolehkan untuk bekerja di background dan memberikanmu notifikasi.

Kamu mungkin perlu menghilangkan batasan itu untuk aplikasi tertentu, agar dapat bekerja di background dan memberi notifikasi.

Untuk mengubah ini, masih di tempat yang sama di Settings.

Pada “Allow push notifications from any app while in battery saver”, aktifkan agar semua aplikasi dapat memberikan notifikasi saat battery saver menyala.

Namun, secara default tidak ada aplikasi yang bisa memberikan notifikasi. Untuk memilih aplikasi yang dapat memberikan notifikasi, pilih pada grup “Always allowed”. Klik “Add app” untuk memilih aplikasi mana yang dapat bekerja di background dan memberikan notifikasi saat battery saver menyala.

Pada “Lower screen brightness while in battery saver”, aktifkan agar kecerahan layar diturunkan saat battery saver menyala.

Memantau Aplikasi yang Menggunakan Kinerja Baterai

Saat menyalakan battery saver, kamu mungkin menggunakan banyak aplikasi – sama seperti saat laptop di-charge. Untuk lebih menghemat baterai, kamu perlu mengetahui seberapa penggunaan aplikasi terhadap baterai, termasuk aplikasi desktop.

Untuk melihatnya, klik tombol Back dan lihat di bagian Overview. Di sana terlihat sekilas sisa baterai dan perkiraan waktu penggunaan baterai. Untuk memantau aplikasi yang menggunakan kinerja baterai, klik “Battery use”.

Di sana terdapat opsi untuk melihat penggunaan baterai dari 24 jam terakhir hingga seminggu terakhir.

Kamu juga bisa melihat penggunaan sistem hingga Wi-Fi, dan detail aplikasi yang bekerja menggunakan kinerja baterai.


Windows 10 punya cara yang hampir sama seperti yang digunakan di smartphone. Battery saver adalah fitur yang berguna untuk menghemat baterai jika kamu bisa mengelolanya tepat sesuai kebutuhanmu.

3 Cara Mengakses 'Advanced Boot Option Menu' di Windows 8 dan Windows 8.1

06.17 0
advanced boot option menu startup option

Di Windows 8 dan versi Windows selanjutnya, semua opsi boot disatukan dalam boot menu khusus yang muncul dengan beberapa cara yang lebih aman ketimbang menekan F8 saat sebelum booting. Mungkin karena keamanan atau Microsoft ingin mempercepat proses booting, fungsi F8 untuk mengakses boot menu dihilangkan di Windows 8 dan Windows 8.1. Tapi tenang saja, ada cara lain untuk mengakses boot menu ini.

Advanced boot option menu adalah menu yang berguna untuk melakukan sesuatu yang berkaitan dengan booting. Misalnya safe mode, System Restore, System Image Recovery, dan lainnya yang dapat diakses melalui boot menu ini. Semua cara di bawah ini berlaku untuk Windows 8 dan Windows 8.1.

Cara mengakses boot menu

1. Menekan Shift dan tombol Power secara bersamaan

Ini adalah cara yang paling sederhanana. Jika PC Anda dapat booting hingga login screen, maka untuk mengakses boot menu ini, Anda hanya perlu menekan Shift lalu mengklik tombol "Restart" secara bersamaan. Setelah itu, PC Anda akan me-restart dan mengalihkan Anda ke boot menu.
login screen

Tombol Power mana pun akan tetap bekerja untuk mengakses boot menu. Misalnya tombol "Power" yang berada di Settings charm. Ini sederhana sekali.
power option

2. Mengakses boot menu melalui Command Prompt

Ini benar-benar berhasil dilakukan. Untuk membuka CMD (Command Prompt), klik-kanan tombol Start, pilih "Command Prompt (Admin)". Jika Anda tidak memiliki akses administrator, pilih "Command Prompt".
start menu

Lalu masukkan perintah ini:
shutdown.exe /r /o
cmd

Lalu tekan Enter. Kemudian muncul pesan ini yang menandakan bahwa Anda akan sign-out dan PC Anda akan me-restart dengan sendirinya untuk mengakses boot menu setelahnya.

3. Melalui PC Settings

Cara ini lebih merepotkan. Buka PC Settings, pilih Update and Recovery. Lalu klik Recovery. Pilih "Restart now" pada grup "Advanced startup".

Setelah itu, PC akan me-restart dengan sendirinya dan menampilkan boot menu.
Sebenarnya, Windows 8 dan Windows 8.1 memiliki fitur automatic restart after failur yang berguna untuk menampilkan boot menu secara otomatis saat Windows tidak booting sepenuhnya.

Tingkat lanjut

Setelah melakukan salah satu dari ketiga cara di atas, maka boot menu akan muncul. Klik "Troubleshot".

Di sini, Anda dapat me-refresh atau me-reset Windows melalui kedua opsi ini. Klik "Advanced option" untuk mengakses advanced boot option menu.

Di sini terdapat opsi yang lebih dalam. Anda dapat menggunakan System Restore, System Image Recovery, Startup Repair, dan lainnya. Pilih salah satu opsi yang hendak digunakan. Tapi di sini, kita akan menjelajahi opsi tingkat lanjut. Klik "Startup Settings".

Melalui ini, pengguna dapat melakukan sesuatu yang lebih dalam lagi, salah satunya adalah mengakses safe mode . Klik "Restart" untuk mengakses salah satu dari mereka.

Setelah itu PC akan booting kembali dan menampilkan pilihan ini:

Klik salah satu fungsi F1 sampai F9, sesuai dengan perintah yang Anda inginkan. Atau tekan F10 untuk melihat opsi yang lebih dalam. Tekan Enter untuk booting yang normal.

Itulah cara mengakses boot menu di Windows 8 dan Windows 8.1. Mungkin cara melalui CMD juga berlaku untuk Windows 7 saat tidak bisa menggunakan F8 untuk mengakses boot menu. Semua cara berhasil saya coba di Windows 8.1, tetapi saya belum pernah mencobanya di Windows 8. Jika ada yang kurang atau ada yang salah, mohon beri tahu saya melalui kotak komentar. :)

Cara Membuat Windows 8.1 Bekerja dan Terlihat seperti Windows 7

21.31 0
agar windows 8.1 seperti windows 7

Windows 8.1 adalah sistem operasi dengan tampilan baru yang menakjubkan. Metro UI terlihat cukup baik hingga membuat Windows 8.1 menjadi lebih segar dilihat. Selain tampilan, fitur pada Windows 8.1 lebih memudahkan penggunanya. Namun sayang sekali jika penggunanya merasa kebingungan karena sudah terbiasa menggunakan Windows 7.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini. Anda dapat menginstal beberapa perangkat lunak tambahan agar Windows 8.1 terlihat seperti Windows 7. Jika Anda tidak menginginkan itu dan ingin membiasakan diri dengan Windows 8.1, maka lebih baik untuk tidak menginstal mereka karena dapat memperberat kinerja Windows 8.1. Jangan lupa untuk memperbarui Windows 8.1 melalui Windows Update dulu.

Agar Windows 8.1 Bekerja dan Terlihat seperti Windows 7

1. Start Menu

Fitur andalan yang tidak terdapat pada Windows 8.1 adalah Start menu. Menu ini sangat berguna bila pengguna akan melakukan sesuatu dengan lebih cepat. Walaupun sudah tersedia Search charm dan keyboard shortcut-nya, sepertinya keduanya masih kalah "terlihat cepat" oleh Start menu, meskipun Start menu tersebut buatan pihak ketiga.

Selain menggunakan perangkat lunak pihak ketiga, Anda juga dapat mengaktifkan Start menu yang sangat sederhana, yakni toolbar Desktop. Lihat caranya.

2. Tema

Agar tampilan Windows 8.1 terlihat seperti Windows 7, Anda juga membutuhkan tema pihak ketiga. Tema ini akan mengubah gaya visual dasar pada Windows. Dengan kata lain, Anda dapat menggunakan tema yang sama seperti Windows 7. Baca caranya.

3. AeroGlass

Apa jadinya tema pihak ketiga "Windows 7" tanpa AeroGlass? Untuk tampilan yang lebih baik, Anda perlu AeroGlass yang merupakan fitur untuk membuat border pada jendela menjadi tembus pandang di Windows 7. Di Windows 8.1, Anda perlu menggunakan perangkat lunak pihak ketiga untuk mendapatkan AeroGlass. Sayangnya, masih ada sedikit bug pada perangkat lunak tersebut. Baca caranya.

4. Matikan semua fitur yang menyulitkan pengguna non-layar sentuh

Satu hal lagi, banyak fitur yang menyulitkan pengguna non-layar sentuh, dan fitur tersebut juga tidak terdapat pada Windows 7. Dengan kata lain, matikanlah semua fitur yang mengganggu agar Windows 8.1 bekerja seperti Windows 7. Baca caranya.

Cara Membuat Windows 8.1 Lebih Memudahkan bagi Pengguna Awam

06.36 0
agar windows 8.1 lebih mudah digunakan

Bagi pengguna yang terbiasa menggunakan Windows 7, pasti akan merasa kesulitan ketika pertama kali menggunakan Windows 8.1. Menurut saya, Windows 8.1 akan lebih mudah digunakan jika penggunanya mengerti akan antarmuka suatu perangkat lunak. Tapi biasanya, banyak pengguna cenderung tidak mengerti akan antarmuka yang baru, seperti Metro UI pada Windows 8 dan Windows 8.1.

Kini menggunakan Windows 8.1 akan terasa lebih mudah dengan beberapa tips yang keren ini untuk memudahkan Anda dalam beradaptasi dengan Windows 8.1. Agar lebih mengerti dalam membaca tips di bawah, Anda perlu memperbarui aplikasi Windows 8.1 melalui Windows Store dan Windows 8.1 melalui Windows Update.

Agar Windows 8.1 Mudah Digunakan

1. Membuat Grup pada Start Screen


Membuat grup pada Start screen memang terlihat sepele, tapi setidaknya pengguna awam bisa mengenal berbagai aplikasi berdasarkan kategori. Baca tutorial “Cara Membuat Grup pada Start Screen Windows 8.1”.

2. Menggunakan Aplikasi Bawaan Sesekali

Banyak aplikasi Windows 8.1 bawaan yang sangat berguna, seperti: Calculator, News, Food & Drink, dan lainnya. Jangan sia-siakan aplikasi Windows 8.1. Untuk lebih mengerti mengenai Windows 8.1, Anda perlu sesekali menggunakan, mengubah pengaturan, dan menyesuaikan tampilan beberapa aplikasi bawaan. Setelah beberapa lama, barulah mulai mencari aplikasi baru melalui Windows Store.

Baca tutorial “Cara Men-download Aplikasi dari Windows Store”, “Cara Mengubah Tampilan Start Screen Windows 8.1”, dan “Cara Benar Menutup Aplikasi Windows 8.1”.

3. Menggunakan Keyboard Shortcut

Keyboard shortcut adalah tekanan 1, 2, atau lebih tombol keyboard yang berfungsi untuk mengoperasikan antarmuka. Pada Windows 8.1, keyboard shortcut baru telah tersedia untuk digunakan. Ini akan memudahkan pengguna non-layar sentuh dalam menggunakan Windows 8.1.

Baca: "Kumpulan Keyboard Shortcut di Windows 8.1".

4. Menggunakan Ribbon pada File Explorer


Demi memudahkan penggunanya dalam menggunakan File Explorer, Microsoft telah menambahkan ribbon yang sangat berguna. Ribbon ini berguna bagi pengguna layar sentuh maupun pengguna non-layar sentuh.

5. Mengenal Antarmukanya, dan Mengikuti Setiap Petunjuknya

Biasanya yang paling menyulitkan adalah antarmuka yang sulit dimengerti. Saya setuju dengan pendapat orang-orang bahwa Windows 8.1 sangat memudahkan pengguna profesional. Bagi saya, tampilan, ikon, fitur, dan semuanya sangat memudahkan; sedangkan pendapat orang awam adalah sebaliknya.

Coba lihat tombol “Power” pada Start screen. Ikon pada tombol tersebut hampir sama dengan ikon “Power” pada perangkat atau sistem operasi lain.

Windows 8.1 adalah sistem operasi yang berbeda dari yang lain. Konsep “Metro UI” adalah konsep yang paling memudahkan dan paling keren bagi saya. Yang paling mencolok adalah kontrol yang berupa kotak ber-ikon besar, biasanya berbentuk kotak berwarna polos sedangkan ikonnya berwarna putih.

Tahukah Anda? Konsep ini sebenarnya terinspirasi dari tanda-tanda metropolitan yang cenderung berwarna polos dan disertai simbol putih, seperti tanda belok kanan.

Sebenarnya saya hanya menjelaskan sedikit mengenai poin ini. Anda dapat mempelajari fungsi kontrol (tombol, menu, dsb.) dengan belajar dari pengalaman atau buku panduan komputer untuk pemula. Jangan takut salah untuk mengklik sesuatu. Pelajarilah petunjuk dari komputer, dan ikuti petunjuknya. Pastikan bahwa Anda belajar dari orang yang tepat. Jangan coba melakukan sesuatu tanpa mempelajarinya terlebih dahulu.

6. Mengembalikan Start Menu


Banyak perangkat lunak pihak ketiga yang bisa memudahkan Anda dalam menggunakan Windows 8.1. Windows 8.1 memang punya menu konteks (menu klik-kanan) pada tombol Start, tapi hanya ada sedikit fitur di sana. Anda bisa mengetahui cara mengembalikan Start menu dengan mengklik “Cara Mengembalikan Start Menu di Windows 8.1”.

7. Menghilangkan Fitur yang Mengganggu

Khususnya bagi pengguna non-layar sentuh, Anda perlu menghilangkan fitur yang hanya bisa digunakan oleh pengguna berlayar sentuh. Baca: “Cara agar Windows 8.1 Lebih Mudah Digunakan untuk Pengguna Non-Layar Sentuh”.

Me-refresh Desktop (F5) Berkali-kali Ternyata Berbahaya bagi Komputer

04.32 0
refresh desktop windows 8.1

Biasanya para gamer sering me-refresh Desktop berkali-kali untuk mempercepat kinerja suatu game. Apalagi kalau spesifikasi PC rendah, perangkat keras akan lebih cepat rusak karena me-refresh Desktop berkali-kali dengan tombol F5 selama puluhan detik. Lalu apa hubungannya me-refresh Desktop dengan rusaknya perangkat keras?

"Refresh" Desktop Berkali-kali Ternyata Berbahaya

Me-refresh Desktop itu memakan CPU yang cukup tinggi dengan mengklik opsi "Refresh" pada menu konteks (menu klik-kanan) maupun menekan F5. Tak percaya? Silakan mencobanya sendiri!

Lakukan Langkah Ini

Buka Task Manager, lalu aktifkan Desktop (dengan cara mengklik Desktop itu sendiri tanpa me-minimize Task Manager). Lalu tekan F5 berkali-kali dalam waktu 10 detik.
Catatan: Kalau merasa tak tahan melihat persentase penggunaan CPU selama 10 detik, maka berhentilah me-refresh; dan persentase CPU yang ditunjukkan Task Manager itu tergantung spesifikasi komputer dan waktu me-refresh.

Hasilnya

Lihat! Persentase CPU semakin tinggi hingga puluhan persen. Hal ini sudah bisa membuktikan bahwa me-refresh Desktop bisa meningkatkan persentase CPU. Kalau persentase CPU terbiasa sangat tinggi, bisa dipastikan bahwa CPU akan lebih cepat rusak.

Me-refresh Desktop yang Benar

Cara me-refresh Desktop yang benar: klik opsi "Refresh" pada menu konteksnya, maksimal 3 kali; atau tekan F5, maksimal 3 kali tekanan atau 2 detik dalam sekali tekanan.